Foto Sekelompok Semut Membentuk Lafadz Allah
Bagi anda sebagian mungkin banyak yang tidak mempercayai kejadian langka ini,namun bagi saya kejadian ini menjadi bukti yang semakin meyakinkan saya dan hati saya akan kebesaran dan keagungan Allah SWT,dan semua yang ada di alam semesta ini semua mengagungkannya.
foto ini saya dapat secara tidak sengaja pada tahun 2010 yang lalu, keika suatu hari bertepatan pada malam jum'at.saat itu secara tidak sengaja saya mengutak - atik camera digital yang saya miliki di halaman depan, dan secara kebetulan ada sekelompok semut yang sedang berkumpul di tepi tembok pembatas lantai depan rumah, tanpa berfikir panjang saya langsung menjepretkan kamera pada sekelompok semut tersebut, dan saya tidak pernah mengira jika sekelompok semut tersebut ternyata membentuk Lafadz Allah, karna setelah mengambil foto semut ini saya tidak memeriksa kembali foto ini,akan tetepi langsung saya save ke dalam folder foto pribadi saya.
saya baru sadar bahwa foto ini bukan segendar gambar biasa, setelah beberapa bulan foto ini berada di dalam file document saya,
coba anda perhatikan lebih teliti apakah foto ini benar membentuk lafadz Allah????
buat saya ini menjadi bukti yang kuat bahwa Tidak hanya manusia yang berjikir kepada Allah namun semua Mahkluk lainpun tak terkecuali sekelompok semutpun tak mau kalah tuk memuji dan mumujanya...
Welcome To My Blog
welcome to my blog
"thank you for visiting this account, hopefully with the existence of this blog can help your activities in seeking information relating to the history, culture, technology and education."
GREETING FROM
@ Dedi Kurniadi
"thank you for visiting this account, hopefully with the existence of this blog can help your activities in seeking information relating to the history, culture, technology and education."
GREETING FROM
@ Dedi Kurniadi
Selasa, 31 Mei 2011
Sabtu, 28 Mei 2011
SEJARAH TANGISAN
SEJARAH TANGISAN
tangisan datang dan pergi sepanjang hidup manusia,selagi nikmat kehidupan masih menyentuh tubuh ini tangisan pasti akan selalu menunggu untuk mendapat giliran, perbedaan antara keduanyalah yang membuat air mata di anggap dramatis,di anggap mewakili setiap perasaan seseorang, umpamanya, Homer menciptakan karakter pejuang yunani bernama Odysseus yang terus merengek,dalam tiap bab the Iliad. dan ketika pahlawan romawi abad pertengahan nan perkasa, Roland, meninggal, 20.000 ksatria mengucurkan mengucurkan air mata begitu hebat hingga mereka pingsan dan terjungkal dari kuda.dan di saat kisah cinta Laila dan majnun yang mewakili cinta dan takdir,cinta yang telah membuatnya merasa bahwa dunia ini begitu sempit untuk mencari kebahagian,dan takdir yang telah menjadikan hidupnya hanya untuk menangisi laila tercinta.ekspresi emosi semacam ini menjadi sesuatu yang mengelikan jika terjadidi kencah perang modern atau tempat manapun yang menjunjung tinggi kedisiplinan.bisakah anda membayangkan 20 ribu tentara
menagis tersedu - sedu hingga akhirnya sesak napas dan terjungkal dari kuda?
Sepanjang abad pertengahan hingga abad 16, pria dan wanita yang sensitif terisak - isak di depan umum ketika menonton drama,opera, atau konser music, di pandang wajar dan biasa saja.tetapi dengan kemajuan Revolusi industri, pandangan itu dianggap sudah basi, pabrik tidak membutuhkan pekerja yang cengeng, tetapi yang fokus dan tidak terlalu perasa,sejak itu pria tidak lagi menangis di depan umum, tetapi di dalam kamar yang tertutup rapat, inipun jika sudah tidakbisa dibendung lagi.
sikap mencela tangisan terus berlanjut, khususnya tokoh politik dan para pejabat negara, kadang kena batunya jika menangis di depan umum,bahkan untuk sekedar curhat perasaanya.pada tahun 1972, Ed Muskie manyaksikan harapanyamenjadi presiden menjauhsetelah ia menangis di depan kamera lantaran laporan yang mengkritik istrinya.Barangkaliorang beranggapan jika ia tidak bisa mengendalikan emosi, bagaimana bisa menjadi presiden yang tangguh,polisi yang tangguh,politisi yang tangguh?akan halnya Pat Schroeder, anggota kongres di tahun 1987, wanita ini mendapat kritik pedas karena menangis di depan khalayak saat mengundurkan diri dari pencalonan sebagai presiden.
MISTERI AIR MATA
Kolumnis asosiasi kesehatan Judy Foreman tergugah dengan persoalan air mata.dalam tulisanya, "sob Story", ia mengungkapkan beberapa fakta menarik:
menagis tersedu - sedu hingga akhirnya sesak napas dan terjungkal dari kuda?
Sepanjang abad pertengahan hingga abad 16, pria dan wanita yang sensitif terisak - isak di depan umum ketika menonton drama,opera, atau konser music, di pandang wajar dan biasa saja.tetapi dengan kemajuan Revolusi industri, pandangan itu dianggap sudah basi, pabrik tidak membutuhkan pekerja yang cengeng, tetapi yang fokus dan tidak terlalu perasa,sejak itu pria tidak lagi menangis di depan umum, tetapi di dalam kamar yang tertutup rapat, inipun jika sudah tidakbisa dibendung lagi.
sikap mencela tangisan terus berlanjut, khususnya tokoh politik dan para pejabat negara, kadang kena batunya jika menangis di depan umum,bahkan untuk sekedar curhat perasaanya.pada tahun 1972, Ed Muskie manyaksikan harapanyamenjadi presiden menjauhsetelah ia menangis di depan kamera lantaran laporan yang mengkritik istrinya.Barangkaliorang beranggapan jika ia tidak bisa mengendalikan emosi, bagaimana bisa menjadi presiden yang tangguh,polisi yang tangguh,politisi yang tangguh?akan halnya Pat Schroeder, anggota kongres di tahun 1987, wanita ini mendapat kritik pedas karena menangis di depan khalayak saat mengundurkan diri dari pencalonan sebagai presiden.
MISTERI AIR MATA
Kolumnis asosiasi kesehatan Judy Foreman tergugah dengan persoalan air mata.dalam tulisanya, "sob Story", ia mengungkapkan beberapa fakta menarik:
- sebelum pubertus frekuensi menangis anak laki - laki sama dengan anak perempuan. tetapi setelah usia 18, anak perempuan lebih unggul dalam urusan mencurahkan air mata.
- struktur kelenjar air mata pria berbeda dengan wanita, tetapi tak ada yang tahu apa penyebabnya
- air mata normal adalah selaput tiga lapis yang melumasi mata. lapisan musin ( glikoprotein yang di hasilkan sel selaput lendir - penerj).teratas di buat dalam kelopak mata dan permukaan mata. lapisan tengah yang berain adalah hasil sekresi kelenjar lakrimal yang terletak di atas mata.sementara lapisan berminyak terluar di buat di kelenjar meibomian dalam kelopak mata.
- orang dewasa menangis tiap du belas episode mengharukan
- air mata emosional lebih kaya protein di bandingkan air mata akibat pedih, misalnya akibat mengiris bawang.
- air mata emossional dan akibat pedih sama -sama mengandung mangan ( Mg) tiga puluh kali lebih banyak di bandingkan yang
terdapat dalam darah. ini menunjukan bahwa air mata bisa berfungsi membersihkan tubuh dari racun. telah di ketahui - air mata emossional dan akibat pedih sama -sama mengandung mangan ( Mg) tiga puluh kali lebih banyak di bandingkan yang
terdapat dalam darah. ini menunjukan bahwa air mata bisa berfungsi membersihkan tubuh dari racun. telah di ketahui
burung - burung laut semisal kormoran dan elang laut memiliki kelenjar air mata yang sepertinya berfungsi mengusir
toksin kelenjar ini lebih ampuh mengusir kadar racun dalam garam yang masuk ke tubuh burung di bandingkan ginjal. - air mata emossional dan akibat pedih sama -sama mengandung mangan ( Mg) tiga puluh kali lebih banyak di bandingkan yang
terdapat dalam darah. ini menunjukan bahwa air mata bisa berfungsi membersihkan tubuh dari racun. telah di ketahui.
dalam beberapa Study di temukan pula, air mata yang di akibatkan mata pedih mengandung 98 persen air dan air mataemosional lebih banyak mengandung racun di bandingkan yang di akibatkan kepedihan.karena itu, salah satu fungsimenangis barangkali untuk mengeluarkan produk tak berguna dari tubuh dan barangkali inilah sebabnya orang merasalebih segar dan merasa lega setelah menangis.
Daftar Pusaka:
the Extraordinary healing power of ordinary things
Jumat, 27 Mei 2011
Ibnu Sina
Ibn Sina (Avicenna) - doctor of doctors
He then moved to Ray, near modern Teheran and established a busy medical practice. When Ray was besieged, Ibn Sina fled to Hamadan where he cured Amir Shamsud-Dawala of colic and was made Prime Minister. A mutiny of soldiers against him caused his dismissal and imprisonment, but subsequently the Amir, being again attacked by the colic, summoned him back, apologised and reinstated him! His life at this time was very strenuous: during the day he was busy with the Amir's services, while a great deal of the night was passed in lecturing and dictating notes for his books. Students would gather in his home and read parts of his two great books, the Shifa and the Qanun, already composed.Following the death of the Amir, Ibn Sina fled to Isfahan after a few brushes with the law, including a period in prison. He spent his final years in the services of the ruler of the city, Ala al-Daula whom he advised on scientific and literary matters and accompanied on military campaigns.
Friends advised him to slow down and take life in moderation, but this was not in character. "I prefer a short life with width to a narrow one with length", he would reply. Worn out by hard work and hard living, Ibn Sina died in 1036/1 at a comparatively early age of 58 years. He was buried in Hamadan where his grave is still shown.
Al-Qifti states that Ibn Sina completed 21 major and 24 minor works on philosophy, medicine, theology, geometry, astronomy and the like. Another source (Brockelmann) attributes 99 books to Ibn Sina comprising 16 on medicine, 68 on theology and metaphysics 11 on astronomy and four on verse. Most of these were in Arabic; but in his native Persian he wrote a large manual on philosophical science entitled Danish-naama-i-Alai and a small treatise on the pulse.
His most celebrated Arabic poem describes the descent of Soul into the Body from the Higher Sphere. Among his scientific works, the leading two are the Kitab al-Shifa
(Book of Healing), a philosophical encyclopaedia based
upon Aristotelian traditions and the al-Qanun al-Tibb
which represents the final categorisation of Greco-Arabian thoughts on Medicine.
Of Ibn Sina's 16 medical works, eight are versified treatises on such matter as the 25 signs indicating the fatal termination of illnesses, hygienic precepts, proved remedies, anatomical memoranda etc. Amongst his prose works, after the great Qanun, the treatise on cardiac drugs, of which the British Museum possesses several fine manuscripts, is probably the most important, but it remains unpublished.
The Qanun is, of course, by far the largest, most famous and most important of Ibn Sina's works. The work contains about one million words and like most Arabic books, is elaborately divided and subdivided. The main division is into five books, of which the first deals with general principles; the second with simple drugs arranged alphabetically; the third with diseases of particular organs and members of the body from the head to the foot; the fourth with diseases which though local in their inception spread to other parts of the body, such as fevers and the fifth with compound medicines.
The Qanun distinguishes mediastinitis from pleurisy and recognises the contagious nature of phthisis (tuberculosis of the lung) and the spread of disease by water and soil. It gives a scientific diagnosis of ankylostomiasis and attributes the condition to an intestinal worm. The Qanun points out the importance of dietetics, the influence of climate and environment on health and the surgical use of oral anaesthetics. Ibn Sina advised surgeons to treat cancer in its earliest stages, ensuring the removal of all the diseased tissue. The Qanun's materia medica considers some 760 drugs, with comments on their application and effectiveness. He recommended the testing of a new drug on animals and humans prior to general use.
Ibn Sina noted the close relationship between emotions and the physical condition and felt that music had a definite physical and psychological effect on patients. Of the many psychological disorders that he described in the Qanun, one is of unusual interest: love sickness! ibn Sina is reputed to have diagnosed this condition in a Prince in Jurjan who lay sick and whose malady had baffled local doctors. Ibn Sina noted a fluttering in the Prince's pulse when the address and name of his beloved were mentioned. The great doctor had a simple remedy: unite the sufferer with the beloved.
The Arabic text of the Qanun was published in Rome in 1593 and was therefore one of the earliest Arabic books to see print. It was translated into Latin by Gerard of Cremona in the 12th century. This 'Canon', with its encyclopaedic content, its systematic arrangement and philosophical plan, soon worked its way into a position of pre-eminence in the medical literature of the age displacing the works of Galen, al-Razi and al-Majusi, and becoming the text book for medical education in the schools of Europe. In the last 30 years of the 15th century it passed through 15 Latin editions and one Hebrew. In recent years, a partial translation into English was made. From the 12th-17th century, the Qanun served as the chief guide to Medical Science in the West and is said to have influenced Leonardo da Vinci. In the words of Dr. William Osler, the Qanun has remained "a medical bible for a longer time than any other work".
Despite such glorious tributes to his work, Ibn Sina is rarely remembered in the West today and his fundamental contributions to Medicine and the European reawakening goes largely unrecognised. However, in the museum at Bukhara, there are displays showing many of his writings, surgical instruments from the period and paintings of patients undergoing treatment. An impressive monument to the life and works of the man who became known as the 'doctor of doctors' still stands outside Bukhara museum and his portrait hangs in the Hall of the Faculty of Medicine in the University of Paris.
Selected References:
1. Edward G. Browne (1921) Arabian Medicine, London, Cambridge University Press.2. Ynez Viole O'Neill (1973) in Mcgraw-Hill Encyclopaedia of World Biography vol I: Aalto to Bizet.
Biil Gates
Bill Gates - Biography and History
Bill Gates was the founder and first chairmen of Microsoft.
Bill Gates came from a family of entrepreneurship and high-spirited liveliness. William Henry Gates III was born in Seattle, Washington on October 28th, 1955. His father, William H. Gates II, is a Seattle attorney. His late mother, Mary Gates, was a schoolteacher, University of Washington regent, and chairwoman of United Way International.
Bill Gates - Early Life
He had an early interest in software and began programming computers at the age of thirteen. In 1973, Bill Gates became a student at Harvard University, where he meet Steve Ballmer (now Microsoft's chief executive officer). While still a Harvard undergraduate, Bill Gates wrote a version of the programming languange BASIC for the MITS Altair Microcomputer Did you know that as young teenagers Bill Gates and Paul Allen ran a small company called Traf-O-Data and sold a computer to the city of Seattle that could count city traffic?
Bill Gates & Microsoft
In 1975, before graduation Gates left Harvard to form Microsoft with his childhood friend Paul Allen. The pair planned to develop software for the newly emerging personal computer market. Bill Gate's company Microsoft became famous for their computer operating systems and killer business deals. For example, Bill Gates talked IBM into letting Microsoft retain the licensing rights to MS-DOS an operating system, that IBM needed for their new personal computer Gates proceeded to make a fortune from the licensing of MS - DOS
Kamis, 26 Mei 2011
BELAJAR DARI SEJARAH
Sejarah adalah sesuatu yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia, di mana setiap jengkal kehidupan manusia tidak pernah lepas dari sejarah, sejarah akan selalu jadi bagian yang takan pernah bisa di lupakan begitu saja.sejarahlah yang menjadikan prilaku hidup manusia m,enjadi terukur dan mempunyai nilai - nilai yang telah di percayai,di karnakan melihat dari sejarah masa lalu.
Sejarah selalu memberikan aspek positif dalam kehidupan manusia baik dalam segi. politik,sosial budaya dan karakter suatu bangsa,dalam aspek yang sangat luas.dalam peradaban yang kian modern ini sejarah selalu di jadikan unsur utama dalam perkembanganya, suatu
Sejarah selalu memberikan aspek positif dalam kehidupan manusia baik dalam segi. politik,sosial budaya dan karakter suatu bangsa,dalam aspek yang sangat luas.dalam peradaban yang kian modern ini sejarah selalu di jadikan unsur utama dalam perkembanganya, suatu
Langganan:
Postingan (Atom)


